Jakarta, Juli 2025
Sanggar Bimbingan (SB) Muhammadiyah Kuala Lumpur, Malaysia menyambut hangat tim dari Institut STIAMI untuk melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Kegiatan yang berlangsung sejak tanggal 21 hingga 23 Juli 2025 ini diikuti oleh para dosen dan mahasiswa Institut STIAMI.
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sanggar Bimbingan Muhammadyah Malaysia ini diresmikan pada 9 April 2021 oleh Atase Pendidikan KBRI Kuala Lumpur Mukhammad Farid Makruf dan saat ini memiliki 50 orang siswa. Sanggar bimbingan yang mendidik anak-anak dari pekerja migran yang tidak berdokumen ini berlokasi di Kampung Bahru Kuala Lumpur. Di Kuala Lumpur tercatat ada sekitar 56 sanggar bimbingan, dimana sanggar bimbingan Kampung Bahru ini mempunyai jumlah peserta didik paling banyak diantara yang lain.
Sanggar bimbingan ini sudah berdiri sejak 20 tahun lalu, di atas tanah dan bangunan kontrak yang secara operasional mengandalkan donatur warga Muhammadiyah. Semua guru pun dibayar dengan sukarela dalam menyampaikan ilmunya kepada anak murid. Ketika lulus dari sanggar bimbingan, maka anak-anak akan mendapat ijazah kejar paket A, B, dan C sesuai jenjangnya masing-masing.
Dari bincang-bincang dan diskusi bersama pengurus SB Muhammadyah diperoleh informasi bahwa salah satu kebutuhan dasar SB yang belum terpenuhi adalah ketersediaan buku bacaan yang mudah diakses oleh anak-anak. Selain itu, para tutor yang mengajar di SB Muhammadyah rata-rata tidak memiliki latar belakang Pendidikan guru, oleh karena itu perlu diberikan semacam pelatihan atau workshop agar mereka paham tentang metode pembelajaran untuk anak-anak sesuai dengan tingkatan kelasnya, jelas Dr. Anita Maulina, S.AB. M.A, Kepala DRPM Institut STIAMI.
Dekan Fakultas Ilmu Administrasi (FIA) Institut STIAMI, Dr. Dwi Agustina, S.IP, M.P.A mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kolaborasi interdisipliner antara bidang Ilmu Administrasi, dan Ilmu Komunikasi dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas Manajemen Pendidikan di pendidikan nonformal seperti SB Muhammadyah Kampung Bahru, Kuala Lumpur ini.
Ada banyak masyarakat yang sebenarnya memiliki semangat belajar tinggi, tetapi terhambat oleh kondisi ekonomi, pekerjaan, maupun kesempatan pendidikan yang terbatas. Kehadiran SB Muhammadyah menjadi harapan bagi mereka untuk tetap mendapatkan akses pembelajaran. Namun, mengingat rata-rata tutor di SB Muhammadyah tidak memiliki latar belakang dari Ilmu Kependidikan, maka pelatihan atau training untuk para tutor terkait metode pembelajaran sangat penting untuk diberikan agar proses belajar mengajar dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. “ Saat ini sesuai kebijakan dari Kemendikbud, metode pembelajaran di PKBM seharusnya menggunakan Kurikulum Merdeka yang berbasis proyek. Anak-anak diajak mengidentifikasi persoalan nyata di sekitar mereka, lalu mencari solusi melalui proses belajar bersama. Oleh karena itu, sangat penting bagi tutor untuk memahami dan menerapkan metode-metode pembelajaran di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) tempatnya mengajar, agar kualitas Pendidikan Nonformal di Indonesia semakin meningkat, ” imbuh Baby Poernomo, SS, MA, Kepala International Office dan Language Center Institut STIAMI.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------