Membangun Sinergi Perkembangan Pariwisata Diranah Internasional, Institut Stiami berkolaborasi dengan Politeknik Internasional Bali


Bali, 25 Januari 2024 - Pariwisata merupakan sektor ekonomi penting di Indonesia. Sejuta keindahan alam, kultur, dan warisan leluhur Indonesia yang orisinil adalah nilai lebih yang perlu terus kita gaungkan. Pariwisata punya posisi strategis dalam peningkatan devisa negara. Bahkan pada tahun lalu, industri pariwisata Indonesia mampu menyumbang sekitar US$ 10 miliar devisa negara. Posisi tersebut menjadi nomor empat setelah minyak, batu bara dan kelapa sawit.

Pariwisata Indonesia saat ini menuju kearah lebih baik lagi seiring berjalannya waktu. Tidak hanya eksis didalam negeri sudah saat nya potensi pariwisata Indonesia berkancah di dunia Internasional, kekayaan alam dan budaya merupakan komponen penting dalam pariwisata di Indonesia. Alam Indonesia memiliki kombinasi iklim tropis, 17.508 pulau yang 6.000 di antaranya tidak dihuni, serta garis pantai terpanjang ketiga di dunia setelah Kanada dan Uni Eropa. 

Indonesia juga merupakan negara kepulauan terbesar dan berpenduduk terbanyak di dunia. Pantai-pantai di Bali, tempat menyelam di Bunaken, Gunung Rinjani di Lombok, dan berbagai taman nasional di Sumatra merupakan contoh tujuan wisata alam di Indonesia. Tempat-tempat wisata itu didukung dengan warisan budaya yang kaya yang mencerminkan sejarah dan keberagaman etnis Indonesia yang dinamis dengan 719 bahasa daerah yang dituturkan di seluruh kepulauan tersebut.

Perkembangan ini harus memiliki banyak dukungan untuk dapat berkelanjutan, dengan membekali mahasiswa di bidang pariwisata yang akan meneruskan perjuangan pengelolaan pariwisata diharapkan menjadi pencetus ide kreatif baru untuk bisa memperkenalkan pariwisata Indonesia kepada seluruh penjuru dunia. Adanya kolaborasi antara Institut Stiami dengan Politeknik Internasional Bali diharapkan bisa meningkatkan potensi dan mutu Perguruan Tinggi (PT) yang semakin kompetitif dalam pengembangan Tri Dharma Perguruan Tinggi.