Mahasiswa Institut STIAMI borong Empat Kejuaraan dalam Asia Europe Conference and Exchange Program (AECEP) 2026


Jakarta, Mei 2026, - Empat mahasiswa Institut STIAMI meraih penghargaan bergengsi di Asia Europe Conference and Exchange Program 2026, yang diselenggarakan dari tanggal 4 sampai dengan 12 Mei 2026. Mahasiswa berprestasi tersebut adalah : Nafisa Mayang Rakasiwi, mahasiswa program studi Hospitaliti dan Pariwisata, yang dengan gemilang berhasil memimpin diskusi kelompok bersama rekan rekannya sesama mahasiswa dari Pakistan dan India. Dengan mengusung topik “ Nusantara Sakura Connect” Nafisa sukses meraih predikat sebagai the 1st Winner for Best Presentation. Sementara itu, kemampuan berorganisasi dan creative thinking Jehan Putri Rachma Dini, mahasiswa Institut STIAMI dari program studi D4 Akuntansi Bisnis berhasil mengantarnya meraih the 2nd Winner for Project Innovative Ideas on “Beyond Borders: International Collaboration for English Education,” yang sangat relevan dengan tema besar AECEP 2026 yaitu Global Leadership and International Collaboration. Masih dalam event yang sama, Chairunnisa Yolanda Siregar, atau yang akrab dipanggil Icha, mahasiswa dari program Administrasi Publik, berhasil menduduki tempat ketiga untuk Project Innovative Ideas, dan berhasil menunjukkan performa kepemimpinannya dalam diskusi kelompok bersama rekan-rekannya dari Vietnam dan Ghana, yang mengangkat topik Smart Technology Collaboration for Young Innovators.

Prestasi mencerminkan dedikasi, kerja keras dan kemampuan beradaptasi mahasiswa dalam menghadapi tantangan dunia perkuliahan. Ini adalah bukti kongkrit bahwa mahasiswa Institut STIAMI tidak hanya belajar teori, namun juga mampu mengaplikasikannya dalam berbagai konteks. Hal ini dibuktikan dengan suksesnya mahasiswa Institut STIAMI dari program studi D3 Perpajakan, Shifa Kurniasih, yang tampil memukau ketika mempresentasikan video hasil karyanya bersama mahasiswa dari Kazakhstan dan Bangladesh, yang dengan apik menyajikan “ Language and Cultural Sharing – Cross Continental Harmony.”

Event yang mengusung tema Global Leadership and Innovation in Pursuing the Youth International Collaboration and Networking ini digelar secara hybrid dari Kuala Lumpur dan Jakarta, diikuti oleh lebih dari 100 peserta yang merupakan para pemuda perwakilan dari 14 negara di kawasan Asia dan Eropa, yaitu Indonesia, Afghanistan, Bangladesh, Ghana, India, Kazakhstan, Malaysia, Pakistan, Philippines, Nigeria, Sudan, Timor Leste, Vietnam, dan Yemen.

Keberhasilan mahasiswa Institut STIAMI ini menandai langkah nyata penguatan internasionalisasi kampus dan membuktikan bahwa kompetensi mahasiswa Institut STIAMI semakin diperhitungkan di kancah global. “ Mahasiswa yang aktif mengikuti kegiatan internasional akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang isu-isu global, mulai dari ekonomi, politik, hingga budaya. Hal ini membuat mereka lebih siap bersaing di dunia kerja internasional,” jelas Dr. Nur Fitri Rahmawati, S.AB. M.A, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Manajemen (FISMA), Institut STIAMI.

Asia Europe Conference and Exchange Program 2026 (AECEP) adalah konferensi pemuda internasional yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi pemuda dalam kepemimpinan, komunikasi, sekaligus mendorong kolaborasi lintas budaya antara pemuda pemuda di Asia dan Eropa. Event ini bertujuan untuk mengembangkan kepemimpinan, negosiasi, dan pendidikan melalui sesi interaktif dimana peserta membahas ide-ide proyek kreatif, dan berbagi solusi inovatif, untuk memperoleh perspektif yang lebih luas. Untuk dapat mengikuti program ini tentu sejumlah kriteria menjadi kunci utama, antara lain kemampuan berkomunikasi dalam Bahasa Inggris secara aktif, kemampuan berbicara di depan publik, dan pengetahuan mahasiswa tentang isu-isu global serta perkembangan teknologi yang begitu cepat.

“ Keikutsertaan mahasiswa di event internasional juga akan mengasah soft skills mereka. Interaksi dengan mahasiswa asing melatih keterampilan berkomunikasi lintas budaya, membangun rasa empati dan mengasah kemampuan beradaptasi. Selain itu mahasiswa juga dapat membangun jejaring internasional yang akan menjadi aset penting untuk masa depan. Banyak mahasiswa mendapatkan peluang beasiswa atau pekerjaan dari relasi internasional,” tambah Dr.Dwi Agustina, S.IP, M.P.A, Dekan Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), Institut STIAMI.

Mengingat mahasiswa akan bertemu dengan peserta yang multikultur, multibahasa, dan multireligi, maka bukan saja kemampuan berbicara dalam Bahasa Inggris dan Public Speaking Skills yang menjadi kunci utama kesuksesan mengikuti rangkaian kegiatan, namun juga kemampuan mahasiswa dalam ‘adaptability skills’ dimana mahasiswa harus cepat beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda budaya, bahasa dan kepercayaan. “ Kami tidak pernah ragu dengan kemampuan mahasiswa kami, karena Institut STIAMI selalu memberikan pembekalan yang dibutuhkan oleh mahasiswa sebelum tampil di event bertaraf internasional,” jelas Baby Poernomo, Kepala International Office dan Pusat Bahasa Institut STIAMI. (BP/IO-SLC/V/2026).

Kontak Media:

Public Relations Institut STIAMI

Email: [email protected]

Telepon : 0851-2104-2427