Jakarta, April 2026.
Dua mahasiswa INSTITUT STIAMI, Qiennaya Imvilline Nazhar dari Program Studi Administrasi Publik dan Amira Jilan Sulistyawan dari Program Studi Hospitaliti dan Pariwisata berhasil mengukir prestasi gemilang dalam program pemuda peduli lingkungan tingkat Asia, yang diikuti oleh 11 negara, yaitu: Indonesia, Australia, Bangladesh, Brunei Darussalam, India, Japan, Maldives, Philippines, South Africa, Timor Leste dan Vietnam. Asia Youth Green Summit 2026 adalah program aksi untuk meningkatkan keterampilan pemuda dalam kesadaran lingkungan, peningkatan jiwa kepemimpinan, kemampuan bernegosiasi, dan pemahaman menyeluruh tentang 17 poin penting dalam Sustainable Development Goals (SDGs).
Forum ini diinisiasi oleh Global Action dan Organisasi Asia Pasifik dibawah Studec International, Green Edelweiss, dan Yayasan Puteri Indonesia. Dalam event ini para pemuda dari 11 negara berdiskusi, mengembangkan ide-ide kreatif dan brilian, dan tentunya mendapatkan pengetahuan baru tentang SDGs dari para narasumber yang diikuti dengan tindakan nyata untuk menjadi inisiator lingkungan, dengan melakukan penanaman pohon Mangrove di Mangrove Resort, Taman Ekowisata, Pantai Indah Kapuk II, Jakarta Utara.
Dalam kegiatan yang diselenggarakan pada 25-26 April ini, Qiennaya Imvilline Nazhar sukses mempresentasikan topik tentang Responsible Production and Consumption dan memperoleh penghargaan sebagai the Best Youth for Speak Up about SDG number 12. Sedangkan Amira Jilan Sulistyawan meraih penghargaan sebagai the Best Individual Presentation yang mengetengahkan topik tentang SDG nomor 14 yaitu Life Below Water.
Dalam event ini, semua peserta dituntut untuk aktif berdiskusi melalui forum Focus Group Discussion (FGD), dimana setiap kelompok terdiri atas peserta dari berbagai negara. “ Sesi ini sangat seru. Saya baru pertama kali mengikuti kegiatan internasional, apalagi bertemu dengan para peserta dari 11 negara. Ini merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan sekaligus tantangan bagi saya untuk menampilkan performa terbaik di event internasional,” jelas Qiennaya, yang memiliki kompetensi yang luar biasa dalam Public Speaking.
Senada dengan Qiennaya, Amira Jilan, mahasiswa dari Prodi Hospitaliti dan Pariwisata juga merasakan atmosfer yang luar biasa. “ Saya mendapat pengalaman yang sangat luar biasa di setiap sesinya, mulai dari konferensi, kerja kelompok dalam Group Project, dan Mangrove Restoration. Semua sesi kegiatan menuntut saya untuk dapat menyampaikan gagasan-gagasan saya dalam pemeliharaan lingkungan. Dalam diskusi ini, setiap peserta dituntut untuk saling menghargai pendapat dan argumentasinya sehingga tercipta sebuah keharmonisan dalam atmosfer yang multikultur,” imbuh Jilan.
“ Sebelum mewakili almamaternya, kami selalu memberikan pembekalan kepada mahasiswa, baik teknis maupun non teknis. Pembekalan untuk event internasional sangat penting karena dapat membuat mahasiswa fokus pada kesiapan akademik, kesadaran budaya, dan jaringan profesional. Persiapan yang tepat akan memastikan mereka memaksimalkan peluang belajar, membangun koneksi global, dan dapat menikmati pengalaman internasionalnya secara optimal,” ujar Baby Poernomo, SS. MA, Kepala International Office dan Pusat Bahasa STIAMI.
Kegiatan ASIA Youth Green Summit 2026 ini memainkan peran penting dalam memberdayakan pemuda dengan pengetahuan, keterampilan, dan sumber daya yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin perubahan lingkungan. “ Melalui platform ini, para ahli, aktivis, dan pembuat kebijakan berbagi pandangan, memberikan wawasan, dan memfasilitasi diskusi yang menginspirasi, dan mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini akan mendapat kesempatan untuk melakukan pertukaran ide yang mendalam, membangun jembatan antara teori dan praktik, serta menjalin hubungan dengan sesama penggerak perubahan.” Jelas Dr.Euis Komalawati, S.Sos, M.Si, Wakil Rektor I.
Perguruan tinggi sangat berperan dalam membuka akses mahasiswa terhadap pengalaman internasional melalui berbagai program baik akademik maupun non akademik. “ Kami terus mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam event event internasional karena selain dapat meningkatkan kualitas dan daya saing juga tercapainya peningkatan kompetensi lintas budaya,” tambah Dr. Hartono, MM, Wakil Rektor II Institut STIAMI. (BP/IO-SLC/IV/2026).