Beasiswa Coca Cola " Alumni Institut Stiami Torehkan Prestasi Hingga Ke Negeri Paman Sam"


Jakarta, April, 2026 Alumni memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung dan menginspirasi mahasiswa saat ini. Selain itu alumni juga berperan dalam menjaga dan meningkatkan reputasi perguruan tinggi serta berkontribusi pada pembangunan sosial dan ekonomi. Melalui pengalaman, pengetahuan, dan jaringan yang mereka miliki, alumni dapat memberikan berbagai manfaat yang signifikan bagi pengembangan akademik dan profesional mahasiswa. 

Shelly Melinda Whitley adalah alumnus Institut STIAMI 2017 dari Program Studi Administrasi Bisnis, yang berhasil melanjutkan studinya ke negeri Paman Sam, tepatnya di Bismarck State College, North Dakota, USA, untuk program studi Process Technology. Shelly berhasil meraih predikat mahasiswa berprestasi dan dinominasikan untuk mendapat beasiswa yang disponsori Coca Cola. Bahkan pada akhir semester lalu, Shelly mendapat penghargaan khusus dari Rektor Bismarck State College sebagai bentuk pengakuan atas dedikasinya dalam mengembangkan kegiatan kegiatan baik akademik maupun non akademik di berbagai bidang dengan gemilang.

Amerika Serikat dikenal sebagai salah satu tujuan studi paling populer di dunia. Namun, di balik reputasi akademiknya, kampus-kampus di Amerika Serikat juga memiliki budaya, tradisi, dan sistem yang unik bahkan sering kali terasa tidak biasa bagi mahasiswa internasional. Selama studi di Amerika, Shelly aktif mengikuti kegiatan akademik dan diskusi lintas budaya. Pengalamannya berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai negara menjadikannya individu yang sangat menghargai perbedaan. “Saya belajar banyak tentang perbedaan cara pandang dan budaya, yang akhirnya membentuk saya menjadi seseorang yang memiliki sensitifitas budaya apalagi tinggal di negara yang sangat multikultur,” ucap Shelly.

“Ada banyak perbedaan antara perkuliahan di Amerika dan di Indonesia. Bukan hanya sistem pendidikannya yang berbeda namun juga suasana akademiknya. Salah satu ciri khas sistem pendidikan Amerika adalah penekanan pada diskusi aktif. Mahasiswa diharapkan memiliki keberanian menyampaikan pendapat, bertanya dan mengkritisi materi dalam kerja kelompok. Ini semua tidak lepas dari peran almamater saya sebelumnya yaitu Institut STIAMI, dimana mahasiswa tidak hanya dibekali dengan hard skills saja namun juga soft skills yang sangat penting untuk pembentukan karakter positif bagi setiap alumninya,” ujar Shelly lagi.

Sejak masa kuliah, Shelly dikenal sebagai mahasiswa yang memiliki jiwa kepemimpinan dan manajerial yang sangat baik. Selain itu, ia juga memiliki kemampuan berbicara di depan publik yang mumpuni, apalagi didukung dengan kefasihannya berbahasa Inggris, baik secara lisan maupun tulisan. “Kami memang mendorong setiap mahasiswa untuk aktif mengikuti berbagai kegiatan baik akademik maupun non akademik. Dengan aktifnya mereka di organisasi, jiwa kepemimpinannya akan tumbuh, kemampuan berkomunikasinya juga menjadi semakin baik, ujar Fauzi Fahmi, S.AB, M.A, Kepala Pengembangan Kreativitas Mahasiswa & Alumni.

“Ini bukan sekadar cerita sukses alumni Institut STIAMI, tapi bukti bahwa dari kampus Institut STIAMI, kita bisa mengantarkan lulusan ke kancah global. SDM kita tidak kalah, hanya perlu kesempatan dan pembinaan berkelanjutan,” imbuh Baby Poernomo, SS, MA, Kepala International Office  dan Pusat Bahasa STIAMI, yang juga alumnus dari 3 universitas ternama di Eropa, Faculty of Education, Roehampton University-London (UK), Faculteit der Pedagogische Wetenschappen, Fonty’s Universiteit-Tilburg (The Netherlands) , dan Pedagogicka Fakulta, Univerzita Karlova - Praha (Czech Republic).  (BP/IO-SLC/IV/2026).